Perdana Menteri Israel ke-3
Levi
Eshkol (bantuan·info) (Templat:Bahasa Ibrani, lahir Levi Školnik
(Templat:Bahasa Ibrani) pada tanggal 25 Oktober 1895, meninggal 26 Februari
1969) menjabat Perdana Menteri Israel ketiga dari tahun 1963 sampai kematiannya
dari serangan jantung pada tahun 1969. Dia adalah Perdana Menteri Israel
pertama yang meninggal di kala sedang menjabat.
Biografi
Levi
Eshkol (Shkolnik) lahir di desa Oratov, Governorat Kiev, Kekaisaran Rusia
(sekarang Orativ,
Vinnytsia Oblast, Ukraina). Ibunya berasal dari latar belakang
Hasidic dan ayahnya berasal dari keluarga Mitnagdim. Levi menerima pendidikan
tradisional. Pada tahun 1914, ia berangkat ke Palestina, kemudian bagian dari
Kekaisaran Ottoman. Dia adalah seorang anggota terkemuka dari Serikat Pekerja
Yudea di 1915-17 dan sukarela untuk Legiun Yahudi saat Perang Dunia I. Eshkol
bergabung dengan Kibbutz Deganya Bet dan menikah Rivka Maharshek. Mereka
bercerai tak lama setelah kelahiran putri mereka, Noa, pada tahun 1924. Istri
kedua Eshkol adalah Elisheva Kaplan, dengan siapa ia memiliki tiga anak perempuan,
Dvora, Rivka dan Tama.
Levi Eshkol dengan Shimon Peres
------------
Karier
Politik
Setelah
berdirinya Negara Israel, Eshkol terpilih di Knesset pada 1951 sebagai anggota
partai Mapai. Ia menjabat sebagai Menteri Pertanian sampai tahun 1952, ketika
ia diangkat sebagai Menteri Keuangan setelah kematian Eliezer Kaplan. Dia
memegang posisi itu selama 12 tahun berikutnya. Selama masa jabatannya sebagai
Menteri Keuangan, Eshkol membuktikan dirinya sebagai tokoh terkemuka dalam
kepemimpinan Mapai, dan ditunjuk oleh Perdana Menteri David Ben-Gurion sebagai
penggantinya. Ketika Ben-Gurion mengundurkan diri pada Juni 1963, Eshkol
terpilih menjadi ketua partai dengan konsensus yang luas, dan kemudian diangkat
menjadi Perdana Menteri. Namun, hubungan dengan Ben-Gurion segera berubah
sengit atas desakan terakhir saat menyelidiki Affair Lavon, sebuah operasi
rahasia Israel di Mesir yang telah pergi salah satu dekade sebelumnya.
Ben-Gurion gagal menantang kepemimpinan Eshkol dan berpisah dari Mapai dengan
beberapa pengikut mudanya untuk membentuk Rafi pada bulan Juni 1965. Sementara
itu, Mapai bergabung dengan Ahdut HaAvoda untuk membentuk Penjajaran dengan
Eshkol sebagai ketuanya. Rafi dikalahkan oleh Penjajaran dalam pemilu yang
diselenggarakan pada bulan November 1965, menetapkan Eshkol sebagai pemimpin
negara itu terbantahkan. Namun Ben-Gurion, menggambar pada pengaruhnya sebagai
bapak pendiri Israel, terus merongrong otoritas Eshkol di seluruh masa
jabatannya sebagai Perdana Menteri, menggambarkan dia sebagai seorang politikus
bertulang tidak mampu menangani keadaan keamanan Israel.
Perdana
Menteri
Istilah
pertama Eshkol saat menjabat bahwa dia melihat pertumbuhan ekonomi yang
berkesinambungan, dicontohkan oleh pembukaan sistem Pengangkut Air Nasional pada
tahun 1964. Menteri Keuangan Pinchas Sapir berikutnya dan "soft
landing" ekonomi terlalu panas dengan cara kebijakan resesif diendapkan
kemerosotan drastis dalam kegiatan ekonomi. Ekonomi terpusat yang direncanakan
Israel tidak memiliki mekanisme untuk mengatur diri perlambatan yang mencapai
tingkat yang lebih tinggi dari yang diharapkan. Eshkol menghadapi kerusuhan
domestik yang terus berkembang sebagai pengangguran mencapai 12% pada tahun
1966, namun akhirnya resesi disajikan dalam penyembuhan kekurangan fundamental
ekonomi dan membantu pemulihan berikutnya bahan bakar dari 1967-1973. Setelah
terpilih ke kantor, Levi Eshkol memenuhi keinginan Ze'ev Jabotinsky dan membawa
tubuhnya dan istrinya ke Israel di mana mereka dimakamkan di Pemakaman Gunung
Herzl. Ia berusaha memperbaiki hubungan luar negeri Israel, membangun hubungan
diplomatik dengan Jerman Barat pada tahun 1965, serta ikatan budaya dengan Uni
Soviet yang juga memungkinkan beberapa orang Yahudi Soviet bermigrasi ke
Israel. Dia adalah Perdana Menteri Israel pertama yang diundang pada kunjungan
kenegaraan ke Amerika Serikat pada Mei 1964. Hubungan khusus yang dia
kembangkan dengan Presiden Lyndon Johnson terbukti penting dalam mengamankan
dukungan politik Amerika Serikat dan militer bagi Israel selama "periode
Menunggu" sebelum menunggu waktu Perang Enam Hari pada Juni 1967. Kerasnya
Eshkol dalam menghadapi tekanan militer untuk melancarkan serangan Israel
dianggap telah berperan penting dalam meningkatkan keunggulan strategis Israel
serta mendapatkan legitimasi internasional. Namun, pada saat itu, dia dianggap
sebagai ragu-ragu, gambar disemen mengikuti radio gagap pidato pada tanggal 28
Mei. Dengan provokasi Presiden Mesir Nasser semakin terbuka, akhirnya dia
menyerah pada opini publik dan membentuk Pemerintah Persatuan Nasional bersama
pihak Herut Menachem Begin, enggan mengakui portofolio Pertahanan untuk
pahlawan perang Moshe Dayan, sekutu dekat Ben-Gurion dan anggota partai
Rafi-nya. Kemenangan besar Israel Eshkol diperbolehkan untuk tetap Perdana
Menteri walaupun tidak pernah menerima pengakuan atas perannya dalam
mencapainya.
Meninggal
Pada
tahun-tahun setelah perang ia perlahan-lahan surut karena sakit, dan meninggal
karena serangan jantung ketika di kantor pada bulan Februari 1969.
Peringatan
Taman
Nasional Eshkol dekat Bersyeba telah diberi nama setelah dia serta lingkungan
Ramat Eshkol di Yerusalem.

