Perdana Menteri Israel ke-10
Ehud
Barak (Hebrew: אהוד ברק (bantuan·info), bahasa Arab: إيهود باراك, Ihood Barak
(lahir di Mishmar HaSharon kibbutz (Mandat Britania atas Palestina, 12 Februari
1942) adalah seorang politisi Israel dan tampil ke-10 sebagai Perdana Menteri
Israel pada periode 1999-2001.
Pengabdian
Kemiliteran
Barak
bergabung dengan Angkatan Pertahanan Israel pada tahun 1959. Selama 35 tahun
pengabdiannya, ia menempati posisi sebagai Kepala Staf Jenderal dan
menerima
posisi sebagai Rav Aluf, sebuah posisi tertinggi di dunia kemiliteran Israel. Barak
dihadiahi "Medali Jasa Istimewa" dan 4 tanda penghargaan lainnya
untuk ‘keunggulan keberanian dan operasional’. Dalam pada itu, Barak menerima
gelar sarjana mudanya dari Fisika dan Matematika dari Universitas Ibrani
Yerusalem pada 1976, dan gelar masternya dalam Sistem Ekonomi Keahlian Teknik
pada 1978 dari Universitas Stanford di Palo Alto, California, Amerika Serikat. Dalam
politik, ia menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri (1995) dan Menteri Luar
Negeri (1995-1996). Ia dipilih ke dalam Knesset pada 1996, di mana ia menjadi
anggota Urusan Luar Negeri dan Komite Pertahanan Knesset. Pada 1996 Barak
menjadi pemimpin Partai Buruh.
Ehud
Barak diangkat sebagai PM Israel pada 17 Mei 1999 dan mengakhiri
pemerintahannya pada 7 Maret 2001 setelah kehilangannya pada Ariel Sharon pada
pemilhan spesial PM di bulan Februari. Masa pemerintahan Barak sebagai PM
memiliki beberapa peristiwa penting, kebanyakan darinya kontroversial:
Pembentukan
koalisi dengan partai Haredi Shas, setelah Barak berjanji mengakhiri
"korupsi" yang didukung partai keagamaan.
Meretz
berhenti berkoalisi setelah gagal bermufakat pada kekuasaan buat diberikan pada
Wakil Perdana Menteri Shas dalam Menteri Pendidikan.
Penarikan
kembali dari Lebanon selatan.
Penculikan
3 pasukan Israel oleh Hizbullah, yang dibantu angkatan penjaga perdamaian PBB
setempat.
Perundingan
perdamaian dengan Suriah.
Disahkannya
Hukum Tal yang memberi UU resmi buat pembebasan Yahudi Haredi dari dinas
militer. KTT Camp David 2000 yang berarti ‘memecahkan’ konflik Palestina-Israel
namun gagal. Barak dan Presiden AS Bill Clinton menyalahkan Yasser Arafat.
Barak menyatakan ia membongkar "Tujuan Sesungguhnya Arafat". Lalu,
Barak disalahkan politisi sayap kiri Israel bahwa ia membunuh pergerakan damai
Israel dengan menghadirkan Arafat sebagai "penolak perdamaian".
Meletusnya
Intifadhah al-Aqsha.
Pembantaian
13 penduduk Palestina oleh polisi dan seorang warga negara Israel oleh seorang
Arab, dalam Kerusuhan Oktober 2000. Pembicaraan Taba dengan kepemimpinan
Otoritas Palestina, setelah pemerintahannya jatuh. Setelah kalah pada pemilu
2001 dari Ariel Sharon (pemimpin Likud) secara telak, Barak meninggalkan Israel
untuk bekerja sebagai penasihat senior U.S.-based Electronic Data Systems. Ia
juga menjadi partner pada sebuah perusahaan dengan berfokus pada kerja
"yang berhubungan dengan keamanan". Pada 2005, Barak mengumumkan
kembalinya ke politik Israel, dan berpacu untuk kepemimpinan Partai Buruh di
bulan November. Namun mengingat prestasinya yang lemah dalam pemilihan umum,
Barak meninggalkan pertarungan dan menyatakan dukungannya untuk negarawan tua
Shimon Peres. Setelah Peres dikalahkan Amir Peretz dan meninggalkan Partai
Buruh, Barak mengumumkan ia tetap tinggal di partai itu, meski hubungannya
dengan pemimpin yang baru dipilih itu goyah. Namun ia telah menyatakan takkan
bertarung untuk pemilu Maret 2006. Pada bulan Juni 2007, Parlemen Israel
mengukuhkan pengangkatan Ehud Barak sebagai menteri pertahanan Israel yang baru.
Source, http://id.wikipedia.org/wiki/Ehud_Barak
